TASIKMALAYA – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Galunggung secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) Tasikmalaya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU). Kemitraan ini berfokus pada pemanfaatan fasilitas laboratorium kampus untuk mendukung pengujian dan pemeriksaan sampel produk halal.

Penandatanganan kesepakatan ini dilaksanakan secara langsung pada 26 Juli 2026 bertempat di Kampus Universitas BTH, Tasikmalaya. Langkah ini menjadi milestone penting dalam memperkuat ekosistem halal di wilayah Priangan Timur dan Jawa Barat pada umumnya.

Memperkuat Layanan Pengujian dan Pemeriksaan Halal

Melalui kerja sama ini, Universitas BTH Tasikmalaya menyediakan fasilitas laboratorium serta dukungan tenaga ahli di bidang sains dan farmasi untuk mendukung pengujian analitis produk. Keberadaan fasilitas laboratorium yang memadai sangat krusial bagi LPH Galunggung untuk memastikan bahan-bahan kritis pada produk makanan, minuman, obat-obatan, maupun kosmetik teruji secara ilmiah dan akurat.

Pimpinan Universitas BTH Tasikmalaya menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Universitas BTH berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui dukungan akademis, ketersediaan sarana laboratorium, dan kepakaran ilmiah. Kerja sama dengan LPH Galunggung ini diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi halal bagi para pelaku usaha di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya,” ujarnya.

Mendorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM

Sementara itu, pihak LPH Galunggung mengungkapkan apresiasi tinggi atas terjalinnya kemitraan strategis ini. Dukungan laboratorium riset dari Universitas BTH Tasikmalaya akan semakin memantapkan peran LPH Galunggung sebagai Lembaga Pemeriksa Halal yang profesional, kredibel, dan tepercaya.

“Tantangan pemeriksaan halal saat ini membutuhkan kepastian hukum dan kepastian ilmiah (scientific evidence). Kerja sama pemanfaatan laboratorium Universitas BTH ini memperkuat akurasi pengujian bahan kritis halal, sehingga proses sertifikasi dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan teruji,” ungkap pimpinan LPH Galunggung.

Sinergi ini juga diharapkan dapat membantu para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal sesuai regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI.

Sinergi Akademisi dan Lembaga Pemeriksa Halal

Selain pengujian sampel laboratorium, ruang lingkup kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang:

  1. Pengembangan Riset dan Inovasi Halal: Penelitian bersama mengenai identifikasi bahan kritis dan formulasi bahan pengganti non-halal.
  2. Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan dan workshop bagi auditor halal, dosen, serta mahasiswa.

  3. Edukasi dan Pengabdian Masyarakat: Sosialisasi bersama kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).